Showing posts with label Membaca. Show all posts
Showing posts with label Membaca. Show all posts

Tuesday, August 20, 2019

BERKENALAN DENGAN BK DI SEKOLAH

Disetiap sekolah khususnya jenjang pendidikan menengah yaitu SMP dan SMA/SMK pasti ada yang namanya Guru Bimbingan Konseling atau lebih banyak yang mengenal dengan sebutan Guru BP/Guru BK. Namun saat ini Bimbingan Konseling tidak hanya ada di jenjang pendidikan menengah saja, tetapi juga sudah mulai hadir di dalam jenjang pendidikan dasar bahkan usia dini. Nah! Mungkin banyak juga yang belum memahami apa sih sebenarnya Bimbingan Konseling? apa sih tugas dari Guru Bimbingan Konseling?

Di kalangan siswa dari jaman saya sekolah dulu, Guru BP/BK terkenal horror. Setiap dengar ada siswa yang dipanggil menghadap Guru BP/BK, maka kesan yang ditangkap adalah siswa itu bermasalah, nakal, trouble maker, dan anggapan negatif lainnya. Guru BP/BK selalu terkesan galak, sangar, dan terkenal sebagai polisi disekolah yang selalu memberi hukuman bagi siswa-siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Apakah benar demikian tugas Guru Bimbingan Konseling?

Apa arti dari Bimbingan dan Konseling?

Menurut ahlinya, Bimbingan yaitu suatu proses memberi bantuan yang dilakukan dengan cara continue kepada seseorang, agar dapat memahami dirinya, sanggup mengarahkan dirinya serta dapat bertindak sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungannya, baik itu disekolah, dirumah/keluarga, maupun masyarakat luas.

Sedangkan Konseling yaitu proses dalam upaya membantu individu yang berupa interaksi pribadi antara konselor (Guru BK) dengan konseli (siswa atau lainnya) agar selanjutnya konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, membuat keputusan, serta menentukan tujuan berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya sehingga konseli dapat merasa bahagia dan efektif perilakunya. 

Apa fungsi BK disekolah dan tugas BK?

Di jenjang pendidikan menengah (SMP/SMA/SMK dan sederajatnya), dimana siswanya sudah masuk pada usia remaja awal hingga akhir, tugas Guru BK ini diharapkan dapat mendampingi proses perkembangannya sehingga mereka mendapatkan pemahaman dan keyakinan nilai yang positif akan dirinya dan lingkungannya. Hal ini meliputi bagaimana siswa dapat bertindak ketika menghadapi suatu permasalahan dari yang ringan bagi dirinya hingga yang berat, bagaimana siswa dapat bersikap sehingga mampu mengontrol dirinya agar terhindar dari permasalahan atau konflik dalam diri dan lingkungannya, bagaimana menempatkan diri dalam suatu konflik dengan orangtua atau guru, bagaimana mengembangkan rasa percaya dirinya agar dapat mengembangkan potensinya, bagaimana memiliki konsep diri yang positif, dan lain sebagainya. Sehingga dengan adanya Bimbingan dan Konseling di sekolah, siswa akan dapat terbantu untuk lebih memahami diri dan lingkungannya, mengatasi permasalahan dalam dirinya, juga mengembangkan potensi yang dimilikinya. 

Namun  permasalahan-permasalahan/perilaku bermasalah yang timbul pada usia remaja tersebut dapat terjadi sebagai sebab dari masa lalunya di waktu kecil, Hal inilah yang menjadikan mengapa saat ini Bimbingan Konseling untuk sekolah dasar bahkan usia dini mulai menjadi perhatian. Dengan adanya Bimbingan Konseling di jenjang usia dini (KBTK dan sederajatnya) dan dasar (SD dan sederajatnya) maka pemberian pemahaman tersebut dapat dilakukan sedari siswa kecil, sehingga dapat menjadi tindakan preventif/pencegahan munculnya perilaku-perilaku yang tidak diharapkan sejak dini.

Dengan pemaparan singkat diatas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa, fungsi dari Bimbingan Konseling di sekolah adalah melakukansuatu proses dalam upaya membantu siswa memahami diri dan lingkungannya agar dapat bertindak dengan efektif sesuai nilai-nilai yang diyakininya juga yang berlaku dilingkungannya. Dan tugas guru BK sebagai konselor adalah berupaya membantu siswa yang bermasalah dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi, maupun melakukan upaya preventif/pencegahan sehingga setiap siswa paham akan dirinya dan terhindar dari munculnya masalah-masalah yang tidak diinginkan dalam dirinya pada khususnya, dan dalam masyarakat luas pada umumnya.

Jadi, tidak ada lagi ya kesan Guru BK itu galak, sangar, ditakuti siswa, tugasnya menghukum siswa, dan lain sebagainya. Karena Guru BK adalah sahabat siswa. Kami ada untuk membersamai langkah kalian menapaki masa depan agar terus bertumbuh menjadi pribadi yang positif dan bahagia. 

Salam sehat dan semangat...!! 💜

#SpreadMoreLove #GiveMoreHope #ShareSupport #ProudCounselor

Thursday, October 5, 2017

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) a.k.a Special Needs Children

Siapa sih yang gak suka sama yang spesial2? Yang spesial biasanya itu yang ada dipikiran kita pastinya suatu hal yang more and more apa2nya donk... Martabak spesial, telornya lebih banyak pasti lebih gurih dan tebeeel!! Trus lagi nih... Kalo ada produk kesukaan ngeluarin edisi spesial, wiiih pasti donk itu bakalan limited edition dan yang suka bakalan gercep biar gak keabisan. Daaaan masih banyak lagi yang spesial2 lainnya.... Termasuk yang satu ini nih Aybun dan teman2 semua....

Seperti yang tadi saya bilang, yang namanya spesial pasti ada sesuatu yang lebih. Entah lebih enak, lebih bagus, bahkan lebih istimewa. Sama!!! Kita sekarang mau kenalan sama yang spesial juga, sama mereka yang istimewa, yang punya suatu kebutuhan dan perhatian khusus, yang pastinya gak jarang mereka ada diantara kita2. Banyak loh yang salah mengartikan anak2 yang punya something special ini. Biar gak keliru mengartikan dan gak keliru dalam bersikap, yuk kita simak bareng2... 

👀

Kita tahu bahwa istilah "kebutuhan khusus" telah menjadi istilah umum untuk semua bentuk disabilitas dan berbagai macam diagnosa. Saat ini, "kebutuhan khusus" dapat merujuk pada apa saja, mulai dari kesulitan membaca hingga tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas paling dasar dalam kehidupan sehari-hari. 

Istilah "kebutuhan khusus" bisa dikatakan saat ini mencakup banyak hal secara umum. Seperti yang digunakan saat ini, istilah ini mengacu pada setiap kesulitan perilaku, fisik, emosional, atau belajar yang membutuhkan akomodasi khusus dalam bentuk apa pun di sekolah, tempat kerja, atau di masyarakat.

Meskipun banyak kemungkinan diagnosis yang termasuk dalam "kebutuhan khusus" sangat banyak, beberapa yang paling umum berhubungan dengan lingkungan akademis dan dapat mencakup: Autisme, ADD / ADHD, Ketidakmampuan belajar (disleksia, disgrafia, dll.), Sindrom Tourette, Gangguan yang mencakup disabilitas intelektual, seperti sindrom Down, Gangguan yang menyulitkan aktivitas fisik, termasuk cerebral palsy, kebutaan, atau ketulian,, Gangguan bicara dan bahasa, mulai dari apraxia (kesulitan bicara) hingga gagap, Gangguan emosi dan perilaku (termasuk kecemasan, depresi, gangguan menentang, dan banyak lagi), Perbedaan fisik seperti anggota tubuh yang diamputasi atau dwarfisme, Gangguan lain yang kurang dikenal (seperti gangguan belajar non-verbal).

Apa Itu Anak Berkebutuhan Khusus?

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi, dan sosial. Anak-anak ini dalam perkembangannya mengalami hambatan, sehingga tidak sama dengan perkembangan anak sebayanya. 

Hal ini menyebabkan anak berkebutuhan khusus membutuhkan suatu penanganan yang khusus atau spesial. Anak yang mempunyai keterbatasan fisik belum tentu mempunyai keterbatasan intelektual, emosi, dan sosial. Namun, apabila seorang anak mempunyai keterbatasan intelektual, emosi, dan sosial, biasanya mempunyai keterbatasan fisik. Tidak mudah untuk mengetahui bahwa seorang anak dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus, sehingga diperlukan derajat dan frekuensi penyimpangan dari suatu norma. 

Seorang anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang berbeda dari norma sedemikian signifikan dan sedemikian sering sehingga merusak keberhasilan mereka dalam aktivitas sosial, pribadi, atau pendidikan. Kategori anak berkebutuhan khusus dapat dideskripsikan oleh profesional sebagai tidak  mampu (disabled), mempunyai kesulitan (impaired), terganggu (disordered), cacat (handicapped), atau berkelainan (exeptional) (Haring, 1982).

Seseorang yang tidak mampu (disabled) adalah seseorang yang mempunyai keterbatasan karena adanya kekurangan fisik yang akan mengganggu masalah belajar atau penyesuaian sosial, misalnya dalam penglihatan (low vision), pendengaran, atau cacat fisik (orthopedic impairments dan health impairments), dan masalah kesehatan lainnya (epilepsy, juvenile diabetes mellitus, hemophilia, cystic fibrosis, sickle cell anemia, jantung, cancer). 

Seseorang yang mempunyai kesulitan (impaired) dalam fisiknya juga akan mempunyai masalah yang sama dengan orang yang tidak mampu (disabled). 

Seseorang yang terganggu (disordered) dalam hal belajar, sehingga dapat disebut mempunyai gangguan belajar. Atau terganggu perilakunya dapat disebut mempunyai gangguan perilaku. 

Seseorang disebut cacat (handicapped) apabila ia mempunyai kesulitan dalam merespons atau menyesuaikan diri dengan lingkungan karena adanya masalah inteligensi, fisik, dan emosi. Hal ini biasanya dialami pada anak autisme, retardasi mental/slow learner, down syndrome, gangguan belajar/learning disabilities (disleksia, diskalkulia, disgrafia, inattensi), attention deficit disorder (ADD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), pervassive development disorder (PDD), dan gangguan komunikasi. 

Seseorang disebut berkelainan (exeptional) apabila mempunyai kelebihan dari anak seumurnya. Misalnya anak yang sangat cerdas dan mempunyai bakat yang sangat menonjol.

Untuk mengetahui apakah seseorang tersebut berkebutuhan khusus atau tidak, bagaimana caranya? Apakah bisa diketahui lebih awal sehingga anak2 berkebutuhan khusus tersebut bisa mendapatkan pendampingan yang tepat agar bisa berkembang dengan baik dan terfasilitasi kebutuhan spesialnya?

Baca terus yah di kolom Spasia Edukasia... 

#SpreadMoreLove #GiveMoreHope #ShareSupport #ProudCounselor 💜

JENIS-JENIS GANGGUAN KESEHATAN MENTAL

Kalau sebelumnya sudah menyimak apa itu kesehatan mental dan bagaimana remaja yang sehat mental, sekarang kita kenalan yuk sama jenis-jenis ...